Selasa, 26 Maret 2013

Hidup Tanpa Bola Mata, Tangan Pria Ini Bisa Tembus ke Lubang Matanya

Las Vegas, Ketika pertama kali melihat Billy Owen dengan matanya yang bolong tanpa bola mata, Anda mungkin akan berpikir bahwa kondisinya dibuat-buat untuk kepentingan film zombie. Namun itu bukanlah tipuan karena Owen memang hidup tanpa bola mata.


Tadinya Billy Owen adalah seorang mekanik sepeda motor sukses yang hidup dengan istri tercinta dan putranya yang baru berusia 6 bulan. Namun kehidupannya berubah drastis akibat kanker.

"Saya menderita sakit kepala dan tidak bisa bernapas karena hidung sebelah kanan saya benar-benar tersumbat. Dokter memberi saya dekongestan karena berpikir itu sinusitis, tapi istri saya akhirnya mendorong saya untuk berkonsultasi dengan spesialis," ujar Billy Owen, seperti dilansir Huffingtonpost, Selasa (26/3/2013).

Hidup Owen seakan hancur ketika mendapatkan kabar dari dokter pada 13 Februari 2009. Dokter 'memvonisnya' dengan sinonasal undifferentiated carcinoma (SNUC), suatu bentuk kanker langka yang mempengaruhi rongga hidung, yang hanya memiliki tingkat kelangsungan hidup 10 persen.

Sebagian besar penderitanya harus melakukan operasi pada tahap awal. Namun dalam kasus Owen, kanker telah menyebar begitu luas sehingga dokter harus 'membuang' separuh wajahnya, termasuk mata kanan, otot-otot dan saraf.

"Saya hanya punya sedikit sense bau di hidung sebelah kiri. Jika baunya sangat kuat, saya bisa menciumnya," ujarnya.

Kini ada sebuah lubang raksasa di 'bekas' tempat bola matanya. Ia bisa memasukkan jarinya lewat lubang tersebut dan menembusnya langsung ke mulut, layaknya adegan mengerikan di film-film horor.

Kondisi itu telah mengubah hidup Owen, namun baginya perubahan ke arah lebih baik. Ia kini tak lagi minum alkohol. Ia pun merasa lebih damai dari sebelumnya.

Karena terlalu banyak risiko, Owen pun tak bisa lagi melakoni profesinya yang lama sebagai montir. Kini ia mencoba peruntungan dari bola matanya yang hilang, dengan menjadi zombie dalam video musik dan rumah hantu seperti The Goretorium di Las Vegas.


sumber

(mer/vit)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar