Minggu, 17 Maret 2013

London, Kota yang 'Dibangun' dari Ribuan Tulang?


London, Kota yang 'Dibangun' dari Ribuan Tulang?



Foto: The Telegraph
London, - Siapa sangka London, Ibu kota Inggris ini memiliki sebuah misteri. Diduga, di dalam tanah-tanah yang berada di Kota London masih menyimpan ribuan tulang yang diduga berasal dari penduduk yang tewas akibat serangan penyakit di masa lalu.



Seperti diberitakan The Telegraph, Minggu (17/3/2013), wilayah dari Pimrose Hill hingga ke jantung wilayah Square Mile masih terdapat ribuan tulang yang tersimpan di dalam tanah. Tinggal menggali beberapa meter dari permukaan, maka akan ditemukan beberapa tulang yang tersimpan di bawah pondasi bangun modern.

Kejadian ini dialami oleh insinyur yang bekerja di dalam sebuah proyek yang menemukan 14 jenazah yang sudah berbentuk tulang di Charterhouse Square di Farringdon. Kerangka itu, berbaris rapi dan diduga berasal dari jenazah penduduk kota termiskin yang berada di Inggris ketika wabah penyakit menyerang Inggris di tahun 1348 dan menewaskan lebih dari sepertiga penduduknya.

Berdasarkan dokumen sejarah, saat itu mayat-mayat yang tewas menempuk dan halaman-halaman gereja tidak dapat menampungnya. Karenanya para korban itu kemudian dikuburkan di lubang darurat. Berdasarkan sebuah lembaga survei di Inggris menyebut tanah di London 'mengandung' sekitar 50.000 mayat dan 100.000 mayat lainnya dimakamkan di tempat lain di kota. Jejak adanya tanah pemakaman sebelumnya yang belum pernah berhasil diidentifikasi.

Seorang arkeolog di Museum of London saat ini tengah mencoba untuk memetakan wabah penyakit yang membuat puluhan ribu warga meninggal. Diharapkan penelitian ini akan menjawab banyak pertanyaan atas apa yang menyebabkan meluasnya wabah epidemi di London dari abad ke-14 hingga ke abad pertengahan ke-17. Penyakit ini dicatat oleh Daniel Defoe pada tahun 1655.

"Ini adalah penemuan menarik," kata Profesor Justin Champion, seorang spesialis dalam sejarah epidemi.

"Saat ini kerangka telah digali. Ini bisa menjadi kemajuan besar untuk tahu lebih banyak tentang wabah itu. Kami masih belum cukup tahu tentang bagaimana cara penularannya antara manusia. Di beberapa daerah termiskin di luar tembok kota, seperti Southwark dan Clerkenwell, orang hanya akan jatuh mati di jalan," imbuhnya.

Sekitar 1,5 juta warga Inggris diperkirakan telah tewas dalam wabah yang disebut 'Black Death', sementara sekitar 25 juta penduduk tewas di Eropa dan 75 juta orang di seluruh dunia. Gejala penyakit tersebut adalah termasuk mual, muntah, demam.

Selama mewabahnya penyakit itu di London, total jumlah warga yang tewas akan dirinci disetai paroki. Perempuan miskin dipekerjakan sebagai "pencari" untuk memasuki rumah wabah dan mendiagnosa korban. Ketika angka kematian semakin tinggi, orang-orang mencoba melarikan diri dari kota.



(fiq/mad) Sumber :Muhammad Taufiqqurahman - detikNews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar